Press Release
Stay updated with our latest news and media
Daewoong Luncurkan Fexuprazan, P-CAB Hasil Riset dan Pengembangan Mandiri, di IDDW 2026
Writer
Manager
September 18, 2026
- Prevalensi GERD di Indonesia terus meningkat, dorong hadirnya terapi P-CAB generasi baru.
- Simposium hadirkan bukti klinis dari Indonesia dan Korea Selatan untuk mendukung strategi terapi yang lebih optimal.
- Pakar gastroenterologi Indonesia dan Korea Selatan perkuat pertukaran ilmiah untuk mendorong kemajuan tata laksana penyakit saluran cerna.

JAKARTA, 18 September 2026 — PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia (Daewoong) resmi meluncurkan fexuprazan, terapi P-CAB yang dikembangkan secara mandiri untuk gastroesophageal reflux disease (GERD), melalui simposium ilmiah yang digelar dalam rangkaian Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026, kongres gastroenterologi terbesar di Indonesia.

Acara yang berlangsung pada 18 September 2026 di Shangri-La Jakarta tersebut dihadiri lebih dari 157 dokter spesialis gastroenterologi dan penyakit dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam simposium ini, Daewoong memaparkan sejumlah temuan ilmiah mengenai penggunaan P-CAB pada pasien GERD sekaligus membahas peluang penguatan kolaborasi akademik bersama tenaga kesehatan di Indonesia.

Suasana peluncuran Fexuprazan di Indonesia, rangkaian Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026, di Jakarta, 18 September 2026.

Beban GERD di Indonesia terus meningkat seiring perubahan pola makan dan gaya hidup. Berdasarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit GERD di Indonesia 2022, prevalensi GERD pada populasi umum diperkirakan mencapai sekitar 9,35%.

Data IQVIA menunjukkan pasar obat antiulkus di Indonesia mencapai sekitar Rp2,5 triliun atau USD164,3 juta pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 6%. Sementara itu, data rumah sakit rujukan tingkat tersier menunjukkan 55,4% pasien GERD mengalami esofagitis erosif. Kondisi ini menegaskan pentingnya diagnosis yang tepat serta intervensi dini dengan terapi yang efektif dalam praktik klinis.

Prosesi peluncuran Fexuprazan di Indonesia di Jakarta, 18 September 2026. Dari kiri ke kanan: 1) Ms. Jiyoung Kim, Director of PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia; 2) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI); 3) Prof. Ji Won Kim, M.D.,Ph.D. President Korean Gastroenterology Associatio; 4) Prof. Ahn Jiyong,  M.D, Ph.D,  Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center; 5) Hery Djagat Purnomo, M.D, Ph.D, Vice President of Indonesia Society of Gastroenterology.

Simposium membahas secara mendalam strategi pengobatan GERD yang optimal dan disesuaikan dengan karakteristik pasien, dengan mengacu pada data klinis Indonesia. Pembahasan juga mencakup hasil uji klinis yang melibatkan 134 pasien di tiga rumah sakit besar di Jakarta.

Sesi tersebut dipimpin bersama oleh Prof. Ji Won Kim, M.D., President-Elect Korean Gastroenterology Association sekaligus Professor, Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Seoul National University College of Medicine, SMG-SNU Boramae Medical Center, dan Prof. Dr. dr. Hery Djagat Purnomo, Sp.PD, K-GEH dari RSUD Dr. Soetomo.

Dari kiri ke kanan: 1) Ms. Jiyoung Kim, Director Daewoong Pharmaceutical Indonesia; 2) Hery Djagat Purnomo, M.D., Ph.D., Vice President of Indonesian Society of Gastroenterology; 3) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI); 4) Prof. Ji Won Kim, M.D.,Ph.D. President Korean Gastroenterology Association; 5) Prof. Ahn Jiyong, M.D.,Ph.D., Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center berfoto bersama dalam acara peluncuran Fexuprazan di Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta, 18 September 2026.

Dalam sambutannya mewakili Korean Gastroenterology Association, Prof. Ji Won Kim mengatakan, “Peluncuran resmi fexuprazan di Indonesia merupakan momentum yang sangat berarti. Sebagai terapi P-CAB generasi baru, kami berharap fexuprazan dapat menjadi salah satu tonggak baru dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien GERD di Indonesia.”

Prof. Ji Won Kim, M.D., Ph.D., Presiden Terpilih Perhimpunan Gastroenterologi Korea, menyampaikan Sambutan pada peluncuran Fexuprazan di Indonesia, di Jakarta, beliau menyampaikan peluncuran resmi Fexuprazan ini menjadi momentum yang sangat berarti dan  berharap fexuprazan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GERD di Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACG, FACP, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) sekaligus Profesor di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif yang cukup tinggi.

“Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis terhadap terapi generasi baru yang mampu memberikan supresi asam secara cepat dan kuat sejak awal pengobatan. Penyusunan panduan terapi berbasis bukti ilmiah yang sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia dan didukung data klinis dari pasien Indonesia memiliki nilai ilmiah yang sangat penting,” ujar Prof. Ari.

Pada sesi media peluncuran Fexuprazan di Indonesia oleh PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia di Jakarta, 18 September 2026, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD, K-GEH, FACG, FACP, Ketua PB Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) yang menjadi Co-Chair Indonesia, menyampaikan, Indonesia memiliki proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis terhadap terapi generasi baru yang mampu memberikan supresi asam secara cepat dan kuat sejak awal pengobatan.

Dari sisi pengalaman klinis di Korea Selatan, Prof. Ahn Ji Yong, Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center dan University of Ulsan College of Medicine, menjelaskan bahwa penggunaan P-CAB di Korea Selatan berkembang untuk menjawab kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh proton pump inhibitor (PPI).

“Di Korea Selatan, terapi P-CAB telah diperkenalkan secara bertahap sehingga pengalaman klinis penggunaannya terus bertambah. Dalam studi fase 3 yang melibatkan 263 pasien Korea dengan esofagitis erosif, fexuprazan menunjukkan tingkat penyembuhan berdasarkan pemeriksaan endoskopi sebesar 99,1% pada minggu ke-8, yang menunjukkan efektivitas klinis yang kuat,” jelas Prof. Ahn.

Prof. Ahn Jiyong,M.D.,Ph.D., Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center, pada sesi media peluncuran Fexuprazan di Indonesia oleh PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menjelaskan bahwa penggunaan P-CAB di Korea Selatan terus berkembang untuk menjawab sejumlah kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh terapi proton pump inhibitor (PPI).

dr. Wicak Prasetiadi, Brand and Marketing Manager PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia, mengatakan bahwa kehadiran fexuprazan diharapkan dapat mendorong perkembangan tata laksana GERD di Indonesia.

“Kami berharap kehadiran fexuprazan dapat menjadi katalis bagi perkembangan terapi GERD di Indonesia. Daewoong akan terus memperluas pertukaran ilmiah dan kegiatan edukasi bersama tenaga kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien di Indonesia,” pungkas dr. Wicak.

dr. Wicak Prasetiadi, Brand and Marketing Manager PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dalam sesi media peluncuran Fexuprazan di Indonesia, sebagai rangkaian acara Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026 di Jakarta, 18 September 2026, menyampaikan, Daewoong akan terus memperluas pertukaran pengetahuan terkini dan kegiatan edukasi bersama tenaga kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien di Indonesia.
recent post
Forward
Press Release
Daewoong Luncurkan Fexuprazan, P-CAB Hasil Riset dan Pengembangan Mandiri, di IDDW 2026
Press Release
Tubuh Langsing Bukan Jaminan Bebas Risiko Kardiovaskular, Daewoong dan PERKI Ingatkan Risiko Obesitas pada Berat Badan Normal di Kalangan Orang Asia