Press Release
Stay updated with our latest news and media
Daewoong Hadirkan Enavogliflozin, SGLT-2 Inhibitor di Indonesia, Perluas Pilihan Terapi bagi 20 Juta Penyandang Diabetes
Writer
Manager
June 27, 2026
- Indonesia memiliki populasi diabetes dewasa terbesar kelima di dunia dengan 20,4 juta orang; peluncuran SGLT-2 inhibitor ini memperluas pilihan terapi bagi pasien.
- Data klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Asia menunjukkan manfaat terapi dalam mengendalikan kadar glukosa darah, berat badan, dan indikator metabolik.
- Tenaga medis dari Korea Selatan dan Indonesia memperkuat kerja sama akademik guna meningkatkan kualitas tata laksana diabetes.

BANDUNG, 8 Juli 2026 – Daewoong Pharmaceutical Indonesia (selanjutnya disebut Daewoong) secara resmi menghadirkan Enavogliflozin, obat antidiabetes golongan SGLT-2 inhibitor yang dikembangkan secara mandiri oleh Daewoong, di Indonesia. Peluncuran tersebut diselenggarakan bersamaan dengan simposium ilmiah dalam rangkaian Forum Endokrinologi Nasional Ke-14, Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia 2026 (PIT PERKENI 2026) di Bandung, Indonesia.

Kongres ini berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Hotel Aryaduta Bandung dan mempertemukan sekitar 500 pakar medis serta tenaga kesehatan dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk dokter endokrinologi dan dokter spesialis penyakit dalam. Dalam simposium tersebut, Daewoong membagikan temuan penelitian terkait SGLT2 inhibitor miliknya pada pasien diabetes tipe 2 di Asia, sekaligus membahas upaya untuk mendukung lingkungan tata laksana diabetes di Indonesia.

Para tamu kehormatan berfoto bersama dalam acara Grand Launch Enavogliflozin, terapi antidiabetes golongan SGLT-2 inhibitor dari Daewoong Pharmaceutical Indonesia.Dari kiri ke kanan: 1) dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia; 2) Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD, Chairman of PERKENI; 3) Prof. Dr. dr. Hikmat Permana, Sp.PD, K-EMD, Head of the Division of Endocrinology, Padjadjaran University / RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung; 4) Seong-soo Park, CEO Daewoong Pharmaceutical; 5) Prof. Son Jang Won, Director of Korean Diabetes Association (KDA); 6) Prof. Yong-ho Lee, Professor of Endocrinology, Yonsei University College of Medicine, Korea Selatan; 7) Hyoung Cheol Park, Head of ETC Marketing Division, Daewoong Pharmaceutical.

Menurut International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2024, Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta orang dewasa dengan diabetes, menjadikannya negara dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak kelima secara global. IDF memproyeksikan angka ini meningkat menjadi sekitar 28,6 juta pada 2050 dan diperkirakan terdapat sekitar 15 juta kasus diabetes yang belum terdiagnosis.  Mengingat diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal, pendekatan terapi perlu mempertimbangkan tidak hanya pengendalian kadar gula darah, tetapi juga risiko metabolik, kardiovaskular, dan gangguan ginjal.

Dalam simposium tersebut, Daewoong memaparkan data klinis dan landasan ilmiah dari SGLT-2 inhibitor hasil pengembangan mandirinya. Diskusi berfokus pada pasien diabetes tipe 2 di Asia, yang dapat memiliki faktor risiko metabolik seperti resistensi insulin dan obesitas abdominal meskipun indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) relatif lebih rendah, serta temuan studi klinis terkait hal tersebut.

Seluruh peserta berfoto bersama dalam rangka peluncuran Enavogliflozin pada Forum Endokrinologi Nasional Ke-14, Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia 2026 (PIT PERKENI 2026) yang diselenggarakan pada 27 Juni 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD, Ketua Umum PERKENI, mengatakan, “Peluncuran enavogliflozin di Indonesia memiliki makna penting karena menghadirkan pilihan terapi baru bagi pasien.” Ia menambahkan, “Indonesia menghadapi beban diabetes yang terus meningkat, sehingga kolaborasi antara tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dan industri menjadi penting untuk meningkatkan kualitas terapi serta luaran jangka panjang pasien.”

Pada sesi ilmiah berikutnya, Prof. Yong-ho Lee dari Division of Endocrinology and Metabolism, Yonsei University Severance Hospital, Korea Selatan, dan Prof. Dr. dr. Hikmat Permana, Sp.PD, K-EMD dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Indonesia, hadir sebagai pembicara. Keduanya membagikan bukti klinis dan relevansi dalam negeri dari terapi baru tersebut. Sesi ini dimoderatori oleh Prof. So-hun Kim dari Division of Endocrinology and Metabolism, Inha University Hospital, Korea Selatan, dan Prof. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Indonesia.

Prof. Yong-ho Lee menjelaskan, “Terapi baru ini merupakan SGLT-2 inhibitor yang telah didukung oleh bukti klinis yang secara khusus diperoleh pada pasien Asia dengan diabetes melitus tipe 2," tuturnya. "Dalam menangani pasien Asia, pemilihan terapi tidak hanya perlu mempertimbangkan efektivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah, tetapi juga dampaknya terhadap parameter metabolik, seperti berat badan dan resistensi insulin.”

Dari kiri ke kanan: 1) Prof. Yong-ho Lee, MD, PhD, Director, Committee of Clinical Research, Korean Diabetes Association; 2) Prof. So-hun Kim, MD, PhD, Director, Committee of International Liaison, Korean Diabetes Association; 3) Prof. Dr. dr. Hikmat Permana, Sp.PD, K-EMD, Head, Division of Endocrinology Universitas Padjadjaran / RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung; 4) Prof. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, Senior Endocrinologist, RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang, Indonesia, Faculty of Medicine, Universitas Brawijaya, Malang dalam sesi panel diskusi Envlo Grand Launch Dinner Symposium.

Acara peluncuran ini juga mencakup penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Korean Diabetes Association (KDA) dan Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Kesepakatan ini dibentuk untuk memperluas kerja sama dalam penelitian bersama dan pendidikan medis di bidang diabetes.

Prof. Sung-rae Kim, Chairman of the Korean Diabetes Association sekaligus Profesor Endokrinologi di Bucheon St. Mary’s Hospital, The Catholic University of Korea, yang memimpin penandatanganan MoU tersebut, mengatakan, “MoU ini menjadi jembatan menuju tujuan bersama untuk meningkatkan kualitas penanganan diabetes melalui penelitian ilmiah dan pendidikan.” Ia menambahkan, “Kami akan terus menciptakan peluang yang bermakna untuk pertukaran akademik melalui penelitian bersama dan kolaborasi pendidikan”

Shawn Park, Chief Executive Officer (CEO) Daewoong Pharmaceutical, menyampaikan, “Kami berharap peluncuran ini dapat menghadirkan pilihan terapi baru bagi pasien diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Sejalan dengan penguatan kerja sama akademik antara kedua organisasi profesi, Daewoong akan terus memperluas kolaborasi dengan tenaga kesehatan serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas tata laksana diabetes di Indonesia.”

Shawn Park, Chief Executive Officer (CEO) Daewoong Pharmaceutical, menyampaikan sambutan pada acara peluncuran resmi Enavogliflozin, terapi untuk pengobatan diabetes, yang diselenggarakan pada 27 Juni di Bandung, Jawa Barat.
recent post
Forward
Press Release
Daewoong Hadirkan Enavogliflozin, SGLT-2 Inhibitor di Indonesia, Perluas Pilihan Terapi bagi 20 Juta Penyandang Diabetes
Press Release
Daewoong Soroti Pentingnya Pengelolaan Kolesterol pada Pasien Diabetes di PIT PERKENI 2026; Hanya 5 dari 100 Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi yang Mencapai Target