Seoul, Korea Selatan — NABOTA Master Class (NMC) kembali menjadi bukti nyata komitmen Daewoong Pharmaceutical Indonesia dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga medis Indonesia melalui pertukaran ilmu pengetahuan di tingkat global. Diselenggarakan dalam rangkaian program edukasi intensif selama beberapa hari di Korea Selatan, NMC menghadirkan sejumlah dokter terpilih dari Indonesia untuk mengikuti kongres ilmiah, simposium bersama pakar, kunjungan fasilitas produksi, workshop privat, hingga pelatihan anatomi berbasis kadaver. Program ini sekaligus menegaskan posisi Daewoong sebagai mitra pertumbuhan Indonesia yang telah berjalan lebih dari dua dekade.

Program diawali dengan partisipasi peserta dalam ASLS Korea 2026 yang diselenggarakan oleh Aesthetic Surgery & Laser Society (ASLS). Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan wawasan mengenai perkembangan terbaru di bidang estetika medis sekaligus model edukasi klinis yang berkembang secara global. Lebih dari sekadar mengikuti tren, kongres ini juga menjadi ruang refleksi bagi delegasi Indonesia untuk melihat bagaimana konten ilmiah, pendekatan terapi, dan format edukasi dapat diadaptasi agar lebih relevan dengan kebutuhan dokter di Indonesia.
Menanggapi pengalaman tersebut, dr. Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, pendiri The Clinic Beautylosophy, menyampaikan, “Pengalaman ini memberikan gambaran berharga tentang arah perkembangan tren estetika dunia. Yang paling penting, kami dapat melihat bagaimana sistem edukasi yang terstruktur dapat dibentuk menjadi lebih relevan dan berdampak bagi dokter Indonesia.” Pandangan ini menggambarkan salah satu hasil utama dari program, yaitu bukan hanya belajar dari praktik global, tetapi juga menerjemahkannya menjadi peningkatan kapasitas yang nyata di dalam negeri.

Memasuki hari kedua, agenda berfokus pada sesi simposium ilmiah dan diskusi jejaring profesional. Dalam sesi ini, Botulinum Toxin Type A milik Daewoong dibahas dari berbagai perspektif, mulai dari aspek keamanan, pengembangan indikasi, hingga pendekatan multimodalitas. Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta, terutama dalam menegaskan pentingnya keseimbangan antara bukti ilmiah dan penerapan klinis di tengah pasar produk injectable yang semakin berkembang.
Pada kesempatan tersebut, dr. Hardiono Teddy Saputra, M.Biomed (AAM) dari RejuvenaTED Clinic terpilih menjadi salah satu pembicara dari Indonesia. Ia mempresentasikan pemanfaatan Botulinum Toxin Type A untuk penanganan hiperhidrosis, termasuk keringat berlebih pada area ketiak dan tangan. “Kebutuhan pasien terhadap indikasi perawatan tubuh seperti hiperhidrosis terus meningkat. Karena itu, tenaga medis perlu terus memperbarui pengetahuan, tidak hanya terbatas pada estetika wajah,” ujar dr. Hardiono. Sesi ini menegaskan pentingnya memperluas diskusi ilmiah agar sejalan dengan kebutuhan klinis dan perkembangan pasar di masa depan.

Salah satu agenda utama dalam program ini adalah kunjungan ke fasilitas produksi Daewoong di Hyangnam. Dalam kunjungan tersebut, peserta dapat melihat langsung sistem manufaktur perusahaan sekaligus memahami lebih dalam standar teknologi yang diterapkan dalam proses produksi Botulinum Toxin Type A. Pengalaman ini memperkuat pemahaman peserta mengenai bagaimana kualitas, konsistensi, dan standar ilmiah dijaga dalam setiap proses produksi, sekaligus menunjukkan komitmen Daewoong terhadap transparansi dan pembangunan kepercayaan jangka panjang dengan tenaga kesehatan Indonesia.
Rangkaian pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui workshop privat yang berfokus pada portofolio collagen stimulator dan thread dari CGBIO. Sesi ini membuka ruang diskusi lebih mendalam mengenai diferensiasi produk, strategi perencanaan tindakan, serta relevansi penerapannya di pasar Indonesia. Para peserta juga membahas bagaimana konsep treatment dan strategi harga dari Korea dapat diadaptasi secara lebih realistis sesuai kondisi pasar dalam negeri.

Dr. Faisal Maulana dari Bening’s Clinic menyampaikan, “Program ini memberikan nilai lebih karena tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menghadirkan metode terapi praktis dan pengetahuan teknis yang dapat langsung diterapkan dalam praktik klinis sehari-hari. Pembahasan yang lebih mendalam terkait diferensiasi produk dan studi kasus nyata akan membuat workshop seperti ini menjadi semakin bermanfaat bagi dokter Indonesia.” Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan Daewoong untuk menghadirkan edukasi yang benar-benar relevan secara klinis sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasien.
Tahap akhir program diisi dengan sesi seminar anatomi berbasis kadaver, edukasi anatomi, dan pelatihan klinis praktik langsung. Format ini memberikan pengalaman belajar yang lebih realistis dan berorientasi pada praktik lapangan. Sesi tersebut dinilai sangat membantu peserta dalam memahami konsep anatomi tingkat lanjut secara lebih mudah, sekaligus memperkenalkan teknologi pembelajaran baru seperti simulasi berbasis VR dan perangkat digital untuk teknik injeksi.

Bagi dr. Raynald Agus Setiawan dari Blink Beauty Clinic, relevansi klinis menjadi nilai utama dari sesi ini. Ia menyampaikan, “Format praktik langsung membuat materi yang kompleks terasa lebih aplikatif dan mudah dipahami. Akan sangat baik jika sesi mendatang dapat dibedakan berdasarkan tingkat kemampuan dasar dan advance, sehingga dokter dengan level pengalaman yang berbeda dapat memperoleh manfaat yang lebih optimal.” Masukan ini menunjukkan semakin tingginya kebutuhan tenaga medis Indonesia terhadap model edukasi bertingkat yang mendukung pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Sementara itu, dr. Reynanda Fathanza Hizrian, AIFO-K, M.IBAMS dari CellScience Clinic menilai program ini sangat relevan dalam memperdalam pemahaman produk sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan treatment. Ia mengatakan, “Program ini tidak hanya menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pemahaman produk, tetapi juga memberikan gambaran mengenai arah perkembangan pasar dan kebutuhan pasien di masa depan.”

Secara keseluruhan, program ini mencerminkan komitmen jangka panjang Daewoong Pharmaceutical untuk terus tumbuh bersama Indonesia, tidak hanya melalui penyediaan solusi kesehatan berkualitas, tetapi juga melalui investasi berkelanjutan dalam kolaborasi ilmiah, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapabilitas tenaga medis. Melalui inisiatif seperti NABOTA Master Class (NMC) serta kolaborasi berkelanjutan dengan CGBIO, Daewoong terus memperkuat perannya sebagai mitra terpercaya dalam mendukung masa depan layanan kesehatan dan industri estetika medis di Indonesia.