Jakarta, 25 Februari 2026 — Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) berpartisipasi dalam The First Jakarta International Gastrointestinal (GI) Endoscopy Symposium & Live Demonstration (JIGES-LD) yang diselenggarakan bersama International Digestive Endoscopy Network (IDEN) 2026. Partisipasi ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas penanganan penyakit gastrointestinal melalui penguatan bukti klinis berbasis Indonesia serta kolaborasi aktif dengan dokter di berbagai daerah.
Simposium ini dihadiri lebih dari 351 dokter dan tenaga kesehatan dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dokter spesialis gastroenterologi dan penyakit dalam. Forum ilmiah ini menjadi wadah strategis untuk membahas perkembangan terbaru dalam manajemen penyakit saluran cerna.
.jpg)
Data Investigator-Initiated Trial (IIT) Indonesia Dipresentasikan Ketua Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia
Salah satu agenda utama dalam partisipasi Daewoong adalah penyelenggaraan sesi half-symposium yang dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, selaku Ketua Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. Dalam sesi bertajuk “Emerging Evidence on Potassium-Competitive Acid Blockers: Insights from Indonesian Clinical Trial”, beliau memaparkan hasil Indonesian Investigator-Initiated Trial (IIT) yang mengevaluasi Fexuprazan pada pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
IIT Indonesia tersebut dilaksanakan di tiga rumah sakit terkemuka di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, dan Rumah Sakit Menteng Mitra Afia (RSMMA).
Sebanyak 134 pasien GERD Indonesia terlibat dalam penelitian ini, menghasilkan data klinis yang merefleksikan karakteristik pasien dan respons terapi dalam praktik klinis nyata di Indonesia.
Investigator-Initiated Trial (IIT) merupakan studi klinis yang dirancang dan dipimpin secara independen oleh dokter untuk menjawab kebutuhan klinis yang ditemui dalam praktik sehari-hari. Dengan melibatkan pasien dari pusat rujukan utama di Jakarta, studi ini bertujuan menjembatani data klinis global dengan kebutuhan nyata pasien di Indonesia.
Penelitian tersebut membandingkan Fexuprazan 40 mg dengan Esomeprazole 40 mg dan menunjukkan hasil non-inferiority dalam efektivitas, disertai keunggulan dalam kecepatan perbaikan gejala serta peningkatan outcome yang dilaporkan pasien, faktor penting dalam tata laksana GERD rawat jalan.
Prof. Ari Fahrial Syam menyampaikan, “Investigator-Initiated Trial ini melibatkan 134 pasien GERD Indonesia di RSUI, RSI Cempaka Putih, dan RSMMA. Ketersediaan data berbasis Indonesia sangat penting untuk memperkuat keyakinan klinis dan mendukung pengelolaan GERD yang lebih sesuai dengan karakteristik pasien Indonesia.”
.jpg)
Ketersediaan bukti klinis berbasis Indonesia ini menjawab kebutuhan tenaga kesehatan akan validasi lokal dan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih berbasis bukti, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup pasien.
Keterlibatan Dokter dari Seluruh Indonesia dan Penguatan Insight Klinis
Selain sesi simposium, DPI juga berinteraksi langsung dengan dokter dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga daerah lainnya. Lebih dari 140 dokter mengunjungi booth Daewoong, dan lebih dari 110 tenaga kesehatan berpartisipasi dalam diskusi terstruktur serta pengisian kuesioner terkait praktik pengelolaan GERD.
Beberapa isu utama yang mengemuka antara lain masih adanya gejala yang belum terkontrol optimal dengan terapi standar, pentingnya kecepatan onset kerja obat, tantangan kepatuhan pasien, serta keterbatasan akses terapi di luar kota-kota besar.
Dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyampaikan, “Keterlibatan langsung dengan dokter dari berbagai daerah memberikan kami pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan klinis di lapangan. Insight ini sangat penting untuk menyempurnakan strategi edukasi medis kami agar inovasi yang dihadirkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pasien Indonesia.”
.jpg)
Lebih dari 20 Tahun Tumbuh Bersama Indonesia
Selama lebih dari dua dekade, Daewoong bertumbuh bersama Indonesia melalui kolaborasi ilmiah, pengembangan kapabilitas nasional, serta kemitraan berkelanjutan dengan tenaga kesehatan. Perusahaan berkomitmen mendukung penelitian klinis berbasis Indonesia dan menghadirkan terapi inovatif yang selaras dengan standar global.
.jpg)
Mr. Baik In Hyun, Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyatakan, “Daewoong berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bukti klinis berbasis Indonesia dan membekali tenaga kesehatan dengan terapi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan dengan komunitas medis, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan standar pelayanan gastrointestinal di Indonesia.”
Ke depan, Daewoong Pharmaceutical Indonesia akan terus berfokus pada inovasi yang berlandaskan sains, didukung data lokal, serta selaras dengan kebutuhan pasien di seluruh Nusantara.